Koperasi Baitul Maal Sejahtera

Untuk Kesejahteraan Ummat
 
IndeksFAQPencarianAnggotaGroupPendaftaranLogin

Share | 
 

 BERITA SYARIAH

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
Admin
Admin
avatar

Jumlah posting : 69
Join date : 14.10.08

PostSubyek: BERITA SYARIAH   Tue Oct 14, 2008 9:04 pm

Forum Syariah BMS
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://baitulmaalsejahtera.team-forum.net
Admin
Admin
avatar

Jumlah posting : 69
Join date : 14.10.08

PostSubyek: Pentingnya Potensi Bisnis Pesantren   Tue Oct 14, 2008 9:05 pm

Tuntutan pesantren saat ini tidak sekedar mendidik siswa menjadi santri yang mampu mengamalkan ajaran agama saja. Namun, telah berkembang menjadi salah satu tempat mensosialisasikan ajaran ekonomi syariah agar para santri memahami praktik ekonomi syariah secara benar.

Karena itu peran umat, khususnya mereka yang berada di pondok-pondok pesantren sangat besar bagi bank syariah. ''Hal yang mendesak dan strategis adalah menyatukan bank syariah dengan umat,'' kata Ketua Forum Umat Islam Surakarta (FUIS) A. Iskandar Zulkarnain pada acara Direct Selling Perbankan Syariah dalam rangka Program Akselerasi Bank Syariah 2007 yang digelar di Pondok Pesantren Modern As-Salam Surakarta, Ahad pekan lalu.





Acara yang diadakan FUIS itu didukung Bank Indonesia dan bank-bank syariah se-Surakarta, yakni Bank Syariah Mandiri (BSM), Bank Muamalat Indonesia (BMI), Bank Danamon Syariah , BRI Syariah, BNI Syariah dan BTN Syariah. Acara itu dihadiri perwakilan MUI Surakarta, para alim ulama, tokoh masyarakat, pimpinan 30 pondok pesantren se-Surakarta Syamsul Anwar, Selaku Ketua Majlis Tarjih Pengurus Pusat Muhammadiyah dan Harisman, staf Ahli Dewan Gubernur BI.

Iskandar menambahkan, berjamaahnya bank syariah menyatu dengan umat akan sangat membantu akselerasi perbankan syariah. ''Insya Allah, kalau ban-bank syariah menyatu dengan umat, target pangsa pasar perbankan syariah sebesar lima persen pada tahun 2008 akan tercapai,'' tandasnya.

Diakuinya, bank-bank syariah sebagai entitas bisnis tentu mempunyai goals dalam Rencana Kerja Anggaran Perusahaannya, namun tidak berarti harus menjadikan bank syariah yang lain menjadi pesaingnya. ''Jadi, yang harus kita kembangkan adalah fastabiqul khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan) dalam nafas berkompetisi antarbank syariah.

Berjamaahnya bank syariah juga harus memberikan maslahat bagi umat, sehingga bank syariah akan menyatu dan menjadi bagian dari umat.

Ustadz Badru Tammam, dari PP Isykarima mengatakan, selama masyarakat masih menggunakan sistem ribawi, maka Allah dan Rasul-Nya melancarkan peperangan terhadap manusia (QS Al-Baqarah: 278-279). ''Yang terjadi adalah, harga barang melangit, biaya hidup semakin tinggi, sebagai bentuk penyerangan Allah. Bangkrutnya banyak perusahaan, merebaknya macam-macam tindak kesehatan, munculnya saling curiga, benci dan permusuhan, meningkatnya angka kemiskinan dan pengangguran serta tidak adanya berkah,'' katanya.

Solusi terhadap persoalan tersebut sudah jelas, yakni berhijrah ke bank syariah. ''Solusinya adalah memilih bank syariah, karena bank tersebut sesuai dengan syariat Islam dan benar,'' katanya.

Badru Tammam juga menambahkan, bank-bank syariah mengikat Muslim dengan aqidahnya, sehingga Muslim melakukan apa yang dihalalkan Allah dan menghindari apa yang diharamkan-Nya. ''Bank-bank syariah mengambil prinsip toleransi, kasih sayang dan kemudahan dalam bertransaksi. Bank-bank Syariah mengambil tangan orang muslim untuk menyelamatkan kesulitan umatnya dalam bermuamalah secara syariah,'' paparnya.

Agar gaung acara direct selling tersebut makin terasa, maka harus diikuti dengan langkah nyata. Antara lain pembukaan rekening oleh bank-bank syariah untuk 30 pondok pesantren, 18 Linkage Program penguatan ekonomi mikro, 35 Qordul Hasan kepada Kopontren dan pengusaha di sekitar bank-bank syariah, serta beasiswa kepada santri-santri pondok pesantren.
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://baitulmaalsejahtera.team-forum.net
Admin
Admin
avatar

Jumlah posting : 69
Join date : 14.10.08

PostSubyek: Bank Syariah Tetap Tahan Krisis   Tue Oct 14, 2008 9:08 pm

Bank Syariah Tetap Tahan Krisis


Terjadinya krisis keuangan Amerika Serikat berimbas menjadi gonjangan ekonomi global. Di khawatirkan terjadinya krisis tahun 1997/1998 akan berulang. Sehingga, Lembaga Keuangan Syariah di Indonesia perlu mempersiapkan untuk menghadapi terjadinya krisis ini, terutama perbankan syariah.

Menurut A. Riawan Amin, Dirut Bank Muamalat Indonesia, kemarin (14/10/08), melihat pengalaman pada krisis moneter tahun 1997 bank syariah tidak begitu kena imbasnya, dan bank syariah mampu bertahan saat itu. Demikian juga pada krisis keuangan saat ini diperkirakan bank syariah kalaupun kena pengaruh dari krisis akan terkena belakangan. Itupun, setelah sektor riil mangalami kehancuran dari imbas krisis.

”Saat bank syariah kena efek krisis, bank konvensional bisa dipastikan sudah banyak yang collaps” ungkapnya.

Pengamat perbankan syariah, Karnaen Perwataatmaja, mengatakan, krisis global saat ini, untuk di Indonesia, gejalanya sama dengan saat terjadinya krisis ekonomi pada tahun 1997, yaitu diawali dengan turunnya harga-harga saham di pasar modal. Pasar modal di Indonesia mengalami kemerosotan yang cukup tajam. Sehingga mengakibatkan kegoncangan pasar. Para pelaku pasar lebih banyak menjual dari pada membeli. Karena adanya ketakutan akan merosotnya nilai rupiah.

Melihat fenomena ini, Karnaen tetap yakin bahwa perbankan syariah tidak akan menuai masalah berarti. Perbankan syariah akan bisa menghadapi goncangan krisis ini. Menurutnya, dampak krisis terhadap bank syariah tidak terlalu berat.

”Insaallah bank syariah akan tetap tangguh, soalnya bank syariah berdasarkan realita ekonomi pasar,” jelasnya. ”Bank syariah akan tetap kena dampak akibat krisis ini, akan tetapi tidak terlalu berat. Diantaranya adalah sisi bagi hasil akan mengalami penurunan disebabkan oleh kondisi keuangan yang cukup berat,” tambahnya.

Untuk mengatasi kondisi ini, saran Karnaen, sisi pembiayaan bank syariah jangan dikurangi. Bank syariah harus tetap bisa menjaga dalam pembiayaan mereka. Pembiayaan yang disalurkan akan berpengaruh terhadap posisi bagi hasil mereka. Dengan posisi bagi hasil yang tetap kompetitif nasabah bank syariah akan tetap merasa nyaman dan tidak akan melarikan dana-dana mereka.

Terutama pembiayaan tersebut, saran Karnaen, harus digalakkan untuk sektor dalam negeri. Dengan seperti ini pembiayaan bank syariah akan menolong terhadap kemampuan daya beli masyarakat atas suatu barang. Menurutnya, Inti untuk mengatasi permasalahan ini adalah dengan meningkatkan daya beli masyarakat.
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://baitulmaalsejahtera.team-forum.net
Admin
Admin
avatar

Jumlah posting : 69
Join date : 14.10.08

PostSubyek: LPS Jamin Simpanan Hingga 2 Milyar   Tue Oct 14, 2008 9:10 pm

LPS Jamin Simpanan Hingga 2 Milyar


Simpanan yang yang dijamin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang sebelumnya paling banyak Rp 100 juta untuk setiap nasabah dalam satu bank, diubah menjadi paling banyak Rp 2 milyar untuk setiap nasabah dalam satu bank, atau meningkat 20 kali lipat.

Hal itu disampaikan oleh Plt Menko Perekonomian Sri Mulyani. Kondisi krisis keuangan global yang dikhawatirkan dapat menimbulkan dampak negatif terhadap stabilitas sistem perbankan nasional menjadi latar belakang mengapa jumlah simpanan yang dijamin oleh LPS mencapai hingga Rp 2 milyar.

“Upaya tersebut diambil oleh pemerintah sebagai langkah antisipatif guna menjaga likuiditas perbankan nasional dan kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan nasional,” kata Sri Mulyani seperti disebutkan dalam siaran pers.

Selain itu agar bank dapat memiliki akses yang lebih luas untuk memperoleh pendanaan dalam rangka kebutuhan likuiditasnya, pemerintah melalui perpu tentang perubahan kedua atas Undang-Undang tentang Bank Indonesia mengenai perluasan jenis aset bank yang dapat dijadikan agunan untuk mendapatkan Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) menetapkan bahwa aset yang menjadi agunan diperluas sehingga aset kredit dengan kolektibilitas lancar dapat digunakan sebagai agunan. Dimana pada Perpu yang sebelumnya, aset yang menjadi agunan harus berkualitas tinggi dan mudah dicairkan seperti Surat berharga SBI dam SUN.

“Perpu dan Peraturan Pemerintah tersebut mulai berlaku sejak 13 Okotber 2008,” tutup Sri Mulyani.
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://baitulmaalsejahtera.team-forum.net
Admin
Admin
avatar

Jumlah posting : 69
Join date : 14.10.08

PostSubyek: 450 Mustahik Dipilih Untuk KUM III Tahap 2   Tue Oct 14, 2008 9:12 pm

450 Mustahik Dipilih Untuk KUM III Tahap 2


Baitul Maal Muamalat (BMM) akan kembali mengulang kesuksesan dengan mengadakan program Komunitas Mikro Mustahik (KUM) III tahap kedua dengan meningkatkan limit pembiayaan pada 450 mustahik yang berhasil pada KUM III tahap pertama. Hal tersebut disampaikan oleh Manajer Program BMM, Akmal Burhanuddin.

Peserta pada KUM III, peserta mendapat pembiayaan qard hasan sebesar Rp 750 ribu- Rp 2 juta. Sedangkan, peserta yang berhasil mengelola dana usaha pada tahap tersebut, akan mendapat pembiayaan tambahan sebesar Rp 2-5 juta. “Dari segi plafon pembiayaan, peserta akan diberikan dana sesuai dengan kebutuhan dan tinjauan lapangan,” lanjut Akmal.

Dari total 4571 peserta KUM III tahap pertama, hanya 450 yang terpilih untuk mendapat pembiayaan dalam mengembangkan usaha pada KUM III tahap kedua. “Mereka berhasil dalam segi pengembalian modal dan memiliki usaha yang potensial,” ungkap Akmal.

Akmal menuturkan, kali ini terdapat perbedaan dari segi akad. BMM tidak lagi menggunakan akad qard hasan (pengembalian modal hanya pada modal pokok). Namun, menggunakan akad mudharabah. Dengan demikian, peserta KUM III tahap kedua akan membagi porsi bagi hasil sesuai kesepakatan. Program tersebut akan diadakan pada akhir oktober tahun 2008. Dana berasal dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Chevron Oil, LSM Qatar Charity dan nasabah Bank Muamalat.

Hingga saat ini, mustahik yang menerima program KUM tahap pertama berasal dari 178 mesjid di seluruh Indonesia. Pada tahap kedua, pembiayaan akan digulirkan pada daerah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek).
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://baitulmaalsejahtera.team-forum.net
Admin
Admin
avatar

Jumlah posting : 69
Join date : 14.10.08

PostSubyek: BNI Syariah Prima Jalin Kerjasama Dengan Dharma Wanita   Tue Oct 14, 2008 9:13 pm

BNI Syariah Prima Jalin Kerjasama Dengan Dharma Wanita


Kegiatan promosi selalu digalakkan demi tersebarnya informasi layanan perbankan syariah pada masyarakat Indonesia secara luas. Salah satunya kantor cabang BNI Syariah Prima - Jalan Sudirman, Jakarta Pusat melakukan sosialisasi layanan perbankan kepada Dharma Wanita pimpinan istri presiden Republik Indonesia, Ani Susilo Bambang Yudhoyono.

ImageHal tersebut diungkapkan oleh pimpinan marketing BNI Syariah Prima Cabang Sudirman. Agus Nugroho. Sosialisasi tersebut berlangsung ketika bulan Ramadhan lalu bertempat di Jl. Widia Chandra, Jakarta Pusat. BNI Prima turut serta dalam acara buka puasa bersama Ibu Ani dan menteri kabinet SBY.

Program sosialisasi ini bekerjasama pula dengan mobil keliling atau mobil pintar pemerintah. Mobil keliling tersebut berisi buku-buku semacam perpustakaan keliling. Di dalamnya terdapat tutor yang membimbing anak-anak membaca buku pelajaran. Lokasi mobil keliling berpindah di sekitar Jakarta.

Agus menuturkan pihaknya mencoba membidik segmen masyarakat menengah atas yang sesuai dengan kantor cabang Prima yaitu nasabah dengan minimum tabungan sebesar Rp 250 juta. Oleh karena itu, pihaknya bekerjasama menjadi sponsorship pada program mobil keliling Dharma Wanita tersebut.
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://baitulmaalsejahtera.team-forum.net
Admin
Admin
avatar

Jumlah posting : 69
Join date : 14.10.08

PostSubyek: Program PNPM Untuk Mandirikan Petani Indonesia   Tue Oct 14, 2008 9:14 pm

Program PNPM Untuk Mandirikan Petani Indonesia


Pemberdayaan petani-petani di desa agar lebih mandiri tidak terlepas dari usaha mereka berdaya di bidang ekonomi. Dalam mewujudkan hal tersebut Departemen Pertanian (Deptan) dalam melaksanakan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) bekerjasama dengan Pusat Inkubasi Bisnis Usaha Kecil (PINBUK) untuk memberikan pelatihan terkait lembaga keuangan mikro yang berbasis syariah.

ImageAslichan Burhan, direktur eksekutif PINBUK ketika dikonfirmasi pkesinteraktif mengungkapkan untuk program yang pelaksanaannya baru dimulai tahun ini rencananya akan diadakan di 10.000 desa di seluruh Indonesia.

”PNPM dilakukan oleh berbagai departemen pemerintah, dan dalam hal ini yang dilakukan oleh Deptan adalah Program PUAP yaitu Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan. Jadi yang menjadi sasaran program ini adalah gabungan kelompok tani di setiap desa dimana program dijalankan, mereka akan dibekali berbagai pelatihan dan diberikan modal awal sebesar Rp. 1 juta,” kata Aslichan.

Lebih lanjut Aslichan mengungkapkan sebagai tolok ukur keberhasilan dari program ini, di setiap desa tersebut mampu menjalankan 5 fungsi utama yang ditetapkan oleh Deptan. Dan salah satu diantaranya dimana PINBUK berperan adalah mampu menjalankkan dan mengelola unit simpan pinjam di desanya. PINBUK hadir untuk memberikan pelatihan kepada mereka.
”Dengan adanya program ini, petani Indonesia akhirnya dapat mengelola dan mengembangkan sendiri lembaga keuangan mereka, mereka akan lebih mudah dalam mengajukan pinjaman dan tidak akan lagi tertarik dan terjebak oleh lilitan uang dari renternir,” tutup Aslichan.

Program yang telah berjalan di tahun ini rencananya akan terus diperpanjang untuk periode tahun 2009 yang akan datang. Program ini akan terus dilakukan dengan menambah desa-desa sasaran di wilayah yang lebih luas.
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://baitulmaalsejahtera.team-forum.net
Admin
Admin
avatar

Jumlah posting : 69
Join date : 14.10.08

PostSubyek: Ada Sinyal Dana Buy Back Dari Bank Syariah   Tue Oct 14, 2008 9:15 pm

study Ada Sinyal Dana Buy Back Dari Bank Syariah


Ketua Umum (Ketum) Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) Ahmad Riawan Amin menghimbau pada Menteri Negara BUMN, Sofyan Djalil agar dalam melakukan buy back (membeli kembali) saham BUMN tidak menggunakan dana BUMN yang selama ini diinvestasikan di bank syariah.

ImagePernyataan Riawan ini dikemukakan saat berdialog dengan para wartawan dalam menyoal dampak krisis keuangan global pengaruhnya pada perbankan syariah di Gedung Arthaloka, Jakarta sore hari ini.

Riawan menyebutkan saat ini banyak dana-dana BUMN yang diinvestasikan di bank syariah seperti PT Telkom Tbk, PT PGAS tbk, PT Aneka Tambang dll. ”Jika dana-dana tersebut ditarik kembali oleh pemerintah untuk buy back saham-saham BUMN sebesar Rp 4 triliun maka akan terjadi permasalahan bank syariah dalam mengoperasikan sistem perbankannya,”ungkap Ketum Asbisindo.

Krisis keungan global yang terjadi di Amerika telah memaksa jantung negara-negara dunia berdetak tanpa kecuali pemerintah Indonesia yang mengalami kepanikkan untuk mengantisipasi dampak dari krisis tersebut. Apalagi Indonesia pada tahun 1997-1998 memiliki pengalaman terjadinya krisis moneter.

Untuk menyelamatkan sektor moneter tersebut, pada sidang rapat kabinet Indonesia Bersatu kemarin, pemerintah SBY-JK memutuskan untuk melakukan buy back pada saham-saham BUMN di pasar modal.

Sedangkan Asbisindo melakukan penghimbauan pada pemerintah atas dasar adanya sinyalemen langkah-langkah strategi yang dilakukan pada BUMN untuk memenuhi perintah dari Meneg BUMN.

Pengereman Pembiayaan

Kemudian mengenai dampak terhadap bank syariah adanya krisis keuangan global, secara gamblang Ketum Asbisindo mengatakan jelas ada dampaknya meskipun berskala jangka panjang.

Untuk mengantisipasi dampak krisis keuangan global tersebut Ketum Asbisindo meminta pada bank-bank syariah selalu berhati-hati dalam menyalurkan pembiayaan melihat situasi moneter dan investasi yang lagi turun.

”Kalau bisa untuk beberapa bulan ini pembiayaan di bank syariah direm dulu agar tak kena imbas krisis keuangan global. Dampaknya jika melakukan pengereman likuiditas bank syariah tak selancar seperti biasanya,” papar Ketum Asbisindo
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://baitulmaalsejahtera.team-forum.net
Admin
Admin
avatar

Jumlah posting : 69
Join date : 14.10.08

PostSubyek: Sofyan Safri : Akademik dan Praktek Berjalan Beriringan   Tue Oct 14, 2008 9:24 pm

Sofyan Safri : Akademik dan Praktek Berjalan Beriringan


Perkembangan dunia syariah tidak lepas dari berbagai penelitian dan pengembangan yang dilakukan oleh para penelitinya, begitu juga dengan sumber daya manusia yang dibutuhkan sebagai praktisi untuk mengisi dan mengembangkan lebih lanjut dunia ekonomi syariah yang tengah bergeliat bangun dari tidurnya.

ImageAdalah Prof. Sofyan Safri Harahap, salah seorang akademisi dan praktisi ekonomi syariah yang tidak pernah lelah mengembangkan ekonomi syariah baik di dunia pendidikan maupun perbankan. Dimulai dari cikal bakalnya mempelopori jurusan akuntansi syariah dimana tempatnya bekerja, yaitu Universitas Trisakti yang juga merupakan titik awal munculnya berbagai lembaga pendidikan ekonomi syariah di Indonesia, kini Bapak dua anak ini juga terus mengembangkan lembaga pendidikan tersebut melalui berbagai macam jalur pendidikan, baik pendidikan diploma tiga (D3) sampai pendidikan magister (S2) maupun doktoral (S3).

Di usianya kini yang hampir menginjak usia 52 tahun, ia terus mengukir karya dan mendulang prestasi. Tidak hanya di dunia kampus saja ia berkarya, untuk mensosialisasikan ekonomi syariah sehingga dapat diterima oleh segala lapisan penduduk Indonesia, Sofyan Safri juga menuangkan pikirannya di berbagai buku yang ditulisnya dan berbagai majalah yang bernafaskan syariah, pun tidak hanya sekedar menjadi penulis ia juga menjadi pimpinan redaksi dari majalah ekonomi syariah dan juga editor di berbagai majalah, newsletter, dan jurnal penelitian.

Sebagai praktisi, ia menjadi ketua umum Asosiasi Akutansi dan Keuangan Syariah Indonesia (AAKSI), komisioner dan konsultan beberapa bank syariah, juga direktur dari koperasi Baitul Maal wa Tamwil di daerah sekitar tempat tinggalnya.

Setelah belasan tahun telah banting tulang mengembangkan ekonomi syariah, bukan berarti kini ia bisa beristirahat, pengembangan yang terus menerus harus senantiasa dilakukan, juga kaderisasi pun tidak lupa dijalankan. Agar ekonomi syariah bisa berkibar di bumi Indonesia yang notabene mayoritas masyarakatnya beragama Islam.



Pendidikan Formal:

PhD (University of Adelaide, Australia), 1999

Short Courses - summer program di University of Kentucky, 1991

MSAc in Accounting (University of Illinois at Chicago) 1988

Doctorandus (Drs) ? in Accounting (University of Sumatera Utara) 1984

BSc in Accounting (University of Sumatera Utara) 1981

Pekerjaan Sekarang:

Assoc Prof at the Faculty of Economics (FE) Universitas Trisakti Jakarta

Accounting Department Head Faculty of Economics, Trisakti University

Director of Accounting and Postgraduate Program, Postgraduate study, Trisakti

University

Director of The Center for Islamic Economics Study EKABA, FE USAKTI

Director of the Publishing Institute of Fac. of Economics Trisakti University

Director, Institute for Development, Training Accounting Profession, FE Trisakti University, Jakarta,

Adhoc Reviewer of Accounting, Auditing, And Accountability Journal

The Member of Expert Committee on Islamic Bank Development, Indonesia Central Bank

Commissionoer Member of PT Bank Syariah Mandiri, an Islamic Bank 2000

Editor in Chief of:

1. Indonesian Management and Accounting Research Journal,

2. Media Riset Akuntansi, Auditing dan Informasi,

3. Media Riset Ekonomi,

4. Media Riset Bisnis dan Manajemen,

5. Majalah Ekonomi Syariah

6. NewsLetter FE USAKTI.

Buku Publikasi

1. Accounting, Management, and Control in Islamic Perspective (Akuntansi, Manajemen dan Pengawasan dalam Pespektif Islam), Penerbit FE USAKTI, 1992

2. Accounting Theory (Akuntansi Teori), Radjawali Pers, Jakarta, 1993, 1995, 1997, 2001 (Revised Edition)

3. Contemporary Auditing (Auditing Kontemporer), Penerbit Erlangga Jakarta, 1991

4. Budgeting (Budgeting: Perencanaan Laba Lengkap), Radjawali Pers, 1996

5. Contemporary Management (Manajemen Kontemporer), Radjawali Pers, Jakarta, 1996

6. Principle of Accounting (Akuntansi Dasar), Universitas Trisakti Pers, 1993

7. Financial Management (Manajemen Keuangan), LP STIM Medan 1992

8. Critical Financial Analysis (Analisa Kritis Laporan Keuangan), Radjawali Pers, 1999

9. Islamic Accounting (Akuntansi Islam), Bhumi Aksara Jakarta, 1997

10. Accounting theory for Financial Statement (Teori Akuntansi Laporan Keuangan), Bumi Aksara, Jakarta, 1996

11. Auditing for Small Busienss (Auditing Untuk Perusahaan Kecil), Bumi Aksara, Jakarta 1995

12. Accounting for Fixed Asset (Akuntansi Aktiva Tetap), Radjawali Pers, Jakarta 1995

13. Management Control System, an integrated approach (Sistem Manjemen Pengawasan), Penerbit Quantum (2001)

14. Religious Aspect in Management Control System (Unsur Agama dalam Sistem Pengawasan), FE USU Medan, 1990

15. Mosque Management (Manajemen Masjid), Dana Bhaktri Wakaf, 1993, 1996

16. Guidance for Management of Mosque, PT Pustaka Quantum Jakarta

17. Tips for Writing a Thesis, Pustaka Quantum, Jakarta, 2001

18. Formulation of Islamic Accounting Theory, Bhumi Aksara, Jakarta (2001)

19. Management Control System, PT Pustaka Quantum Prima, Jakarta (2001)

20. Lesson from Asian Crisis, Pustaka Quantum (2001)

Working Papers and Speaker at national /international conference

1. International Conference on ?14th AASSREC Biennial General Conference 5-9 November 2001, Hanoi, Vietnam, ?How Indonesia is Coping with Ethnic and Cultural Diversity: A Politico-Economic Perspective

2. International Conference on Information System and Islam (ISI 200) IIU, Kuala Lumpur, Malaysia August 2001; ?The Disclosure of Islamic Values through Annual Report: The Analysis of Bank Muamalat Indonesia Annual Report.

3. Syariah Economi Days (SeCond Program) UI February, 20-22 2001. Several Dimensions of Accounting: According to Alquran, Ilahiyah, history and contemporary development?.

Others

Participant in Seminars/Symposium

1. International Conference on Accouting, Auditing, Finance and Commerce, Palmerstone North, New Zealand, February 2001.

2. International Conference on Islamic Economy: Loughborough, UK August, 2000

3. International Conference: Development in Islamic Way, IIU Kuala Lumpur, 1995

4. International Seminar, Accounting in the Future, Adelaide

5. National Seminar on Accounting, Westin Hotel, Surabaya April 2001

6. National Seminar on Accounting, Jakarta Convention Center, February 2001

7. Accounitng Convention in Yogyakarta 1995

8. International Seminar on Governmental Accounting, Chicago, 1988 April

9. International Symposium on Aquatic Resources 1984, UPM, Kuala Lumpur Malaysia

10. Trade Consulting Forum Department of Trade Republic of Indoensia, Jakarta 27 Januari ?1 Februari 1986.

11. Workshop of PMA/PMDN Medan February 1984

12. Workshop on Taxation 1984, 1989 Medan

Professional Organization

1. The AAA (American Accounting Association)

2. Indonesian Institute of Accountant (Ikatan Akuntansi Indonesia)

3. Indonesian Institute of Accountant, Accountant Public Section

4. The Association of Economics of Indoensia

5. Alumni Association of University of Adelaide

6. Alumni Association of Faculty of Economics USU and USU
7. Syariah Economy Society
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://baitulmaalsejahtera.team-forum.net
Admin
Admin
avatar

Jumlah posting : 69
Join date : 14.10.08

PostSubyek: Sistem Syariah Dikaji Berdasarkan Hasil Pemilu 2009   Tue Oct 14, 2008 9:27 pm

Sistem Syariah Dikaji Berdasarkan Hasil Pemilu 2009



Untuk mengetahui apakah masyarakat menginginkan sistem politik syariah di Indonesia atau tidak dapat diketahui melalui hasil Pemilu 2009, yakni apakah suara gabungan partai-partai Islam lebih besar dibanding gabungan partai-partai sekuler.

"Kalau partai Islam tahun 2009 memperoleh suara yang besar maka valid (survei yang menyebutkan mayoritas masyarakat ingin sistem syariah)," kata pengamat politik Fachry Ali, saat diskusi "Syariah, Masa Depan Politik Indonesia" yang diadakan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di auditorium Adhyana, Wisma Antara, Jakarta, Selasa (16/9).

Pada diskusi tersebut disajikan hasil survei SEM Institute yang menyebutkan bahwa 72% masyarakat Indonesia setuju sistem syariah, 18% tidak setuju, dan 10% terserah. Berbicara pada diskusi tersebut fungsionaris DPP HTI Rahmat Kurnia dan Ketua Umum Partai Hanura, Wiranto.

Fachry Ali terkejut dengan survei tersebut karena pada pemilu 1955 jumlah suara partai yang memperjuangkan dasar-dasar Islam tidak menjadi mayoritas. Demikian pula pada pemilu 1999 dan 2004. "Pada 2004 dua partai sekuler yakni Golkar dan PDIP yang mendapat simpati," katanya.

Ia mengatakan, jika hasil survei SEM Institute yang dilakukan Februari 2004 valid maka telah terjadi perubahan persepsi di masyarakat mengenai sistem politik di Indonesia. Namun jika pemilu hasil 2009 berbeda dengan hasil survei maka lembaga survei tersebut akan mendapat kritikan tajam.

Mengenai peluang partai-partai Islam pada pemilu 2009, Fachry mengatakan, tidak terlalu berbeda jauh dengan pemilu 2009. Namun demikian ia memperkirakan PKS akan memperoleh kenaikan suara sehubungan kasus-kasus yang menimpa partai besar seperti PDIP atau Partai Golkar.

Sementara itu Rahmat Kurnia mengatakan, survei tersebut mengenai keinginan masyarakat terhadap sistem syariah. Namun, katanya, pada kenyataannya hasil pemilu menunjukkan bahwa suara partai sekuler lebih besar dibanding partai Islam.

"Artinya ada kesenjangan (antara keinginan dan pilihan partai politik)," katanya. Untuk itu, lanjut, Rahmat, hasil pemilu tidak dapat serta merta sesuai dengan keinginan masyarakat.

Apalagi, katanya, sebuah hasil survei yang lain mengenai keinginan masyarakat terhadap sistem syariah juga menunjukkan angka yang tidak jauh berbeda.
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://baitulmaalsejahtera.team-forum.net
Admin
Admin
avatar

Jumlah posting : 69
Join date : 14.10.08

PostSubyek: Rontoknya Kapitalisme, Kini Khilafah tinggal Selangkah!   Tue Oct 14, 2008 9:30 pm

Rontoknya Kapitalisme, Kini Khilafah tinggal Selangkah!



Krisis keuangan global yang terjadi hingga detik ini belum menunjukkan tanda-tanda reda. Krisis yang dipicu oleh kredit macet di bidang properti (subprime mortgage) di AS itu kini menjalar ke mana-mana. Di negeri asalnya, rangkaian krisis tersebut sudah berlangsung sejak 147.708 nasabah KPR gagal bayar pada April 2007. Meningkat menjadi 239.851 nasabah pada Agustus tahun yang sama, dan naik lagi pada Agustus tahun berikutnya menjadi 303.879 nasabah. Korban pertama dari kredit macet tersebut adalah dua hedge fund (pengelola dana investasi) yang dikelola oleh Bear Stearns. Perusahaan tersebut ambruk pada Juli 2007. Disusul kemudian dengan ambruknya Morgan Stanley pada November 2007, dan meruginya bank-bank global senilai 55 miliar dolar AS. Sekalipun perusahaan milik Uni Emirat Arab telah menyuntikkan 9,5 miliar dolar AS ke Citigroup, namun tetap tidak mampu menyelamatkan keadaan. Tidak hanya itu, Cina pun menyuntikkan 5 miliar dolar AS ke Morgan Stanley, termasuk Temasek Holding Singapura juga melakukan hal yang sama ke Merrill Lynch. Bahkan hutang-hutang bermasalah itu sudah dihapus oleh bank-bank global (seperti Citigroup, UBS dan HSBC), yang nilainya mencapai 300 miliar dolar AS, pada Januari-Februari 2008.

Semua itu rupanya belum membuahkan hasil, hingga kaum Kapitalis yang mempunyai keyakinan negara tidak boleh intervensi pun terpaksa mengingkari keyakinannya sendiri. Adalah Inggris yang pertama kali menasionalisasi bank swasta, Northern Rock, 17 Februari 2008. Diikuti oleh Amerika dengan menasionalisasi perusahaan pembiayaan sektor properti, Fannie Mae dan Freddie Mac, 13 Juli 2008. Namun, rupanya pemerintah AS tidak mampu mengakuisisi semua perusahaan bermasalah. 15 September 2008, Lehman Broters Holdings Inc terpaksa dibiarkan ambruk. Setelah itu, 3 Oktober 2008 yang lalu, DPR AS menyetujui paket penyelamatan yang diajukan oleh Menkeu AS, Henry Paulson, dengan mengeluarkan dana talangan 700 miliar dolar AS.

Krisis kali ini memang luar biasa. Krisis yang terjadi di AS itu menimbulkan efek domino bagi perekonomian dunia. Negara-negara Eropa pun terkena getahnya, karena itu empat negara besar Perancis, Jerman, Inggris dan Italia pun mengadakan pertemuan darurat guna mengkaji sistem moneter mereka. Bahkan, 10 Oktober 2008, Rusia mengajukan proposal aliansi Eropa-Rusia anti AS. Efek domino itu kini secara kasat mata menerjang perekonomian Indonesia. Ini terlihat dari anjloknya bursa saham dan pasar uang Indonesia, yang mengakibatkan penutupan BEI (Bursa Efek Indonesia) sejak Rabu, 8 Oktober lalu, setelah terjadi penurunan indeks yang besar, yaitu 10,30 persen. Selain itu, krisis tersebut juga menyebabkan turunnya ekspor dan berkurangnya arus modal masuk, yang menyebabkan kurs rupiah melemah. Inilah yang terjadi pada hari Jum’at, 10 Oktober, di mana rupiah melemah, dan diperdagangkan pada Rp. 10.300 per dolar AS. Dengan melemahnya rupiah, berarti cadangan devisa Indonesia akan menguap, karena menggunakan dolar AS. Jika rupiah melemah Rp. 9.500 per dolar saja, sekitar Rp 500 triliun aset Indonesia telah menguap begitu saja, lalu berapa aset kita yang menguap dengan kurs rupiah saat ini?

Namun sayang, krisis yang terjadi ini tetap tidak mampu membuka mata hati dan pikiran para penguasa negeri ini. Meski Presiden menyatakan, bahwa kita harus menghadapi krisis ini dengan tenang dan rasional, namun langkah-langkah yang dilakukan pemerintah justru menunjukkan kepanikan dan tidak rasional. Bagaimana tidak, sehari setelah mengumumkan BEI akan dibuka (9/10), ternyata dengan alasan beredar rumor tidak sehat, besoknya (10/10) keputusan itupun dibatalkan. Belum lagi kebijakan buyback saham BUMN, yang ternyata lebih menguntungkan asing. Karena 600.000 pemain saham di bursa saham, 60 persennya adalah pemain asing. Dengan kata lain, jika uang BUMN itu digunakan untuk bailout, maka yang diuntungkan jelas bukan Indonesia, melainkan pihak asing. Lalu di mana rasionalnya?

Meski dalam berbagai kesempatan Presiden dengan jajarannya selalu mengatakan, bahwa krisis keuangan ini tidak identik dengan krisis ekonomi, namun fakta krisis tahun 1997-1998 juga membuktikan hal yang sama, dan disebabkan oleh faktor yang sama: bursa saham, bank konvensional, mata uang dan perseroan terbatas (PT). Bursa saham ada dan berkembang karena adanya PT yang menjual saham, obligasi dan surat berharga lainnya di pasar modal. Di pasar inilah bisnis non-riil dan segala bentuk spekulasi dan penipuan terjadi. Sementara bank konvensional, dengan sistem bunga ribawinya memang merupakan bisnis yang sangat menggiurkan, meski faktor spekulasi dan resikonya juga sangat tinggi. Hal yang sama juga terjadi pada mata uang, ketika cadangan yang digunakannya bukan emas dan perak, melainkan mata uang negara lain. Inilah yang menyebabkan terjadinya fluktuasi kurs tukar mata uang, yang juga bisa berdampak pada menguapnya cadangan devisa negara. Kondisi ini diperparah dengan privatisasi kekayaan milik umum dan negara, yang menyebabkan hilangnya kekayaan yang seharusnya bisa menopang perekonomian rakyat dan negara.

Hizbut Tahrir sendiri telah mengingatkan berkali-kali, dan menyerukan para penguasa untuk berpikir rasional. Dengan cara meninggalkan Kapitalisme dan kembali kepada syariat Islam. Tahun 1997, Hizbut Tahrir telah mengeluarkan booklet, Hazzat al-Aswaq al-Maliyah: Asbabuha wa Hukm as-Syar’i fi Hadzihi al-Asbab (Goncangan Pasar Modal: Sebab dan Hukum Syara’ terkait dengan Sebab ini), yang diterjemahkan dan diterbitkan di seluruh dunia. Bukan hanya itu, Hizbut Tahrir pun secara terbuka melakukan perdebatan intelektual dengan otoritas IMF tentang krisis, penyebab dan solusinya. Setelah sepuluh tahun berlalu, krisis yang sama terulang kembali. Hizbut Tahrir pun tidak lupa mengingatkan kembali kaum Muslim, khususnya para penguasa mereka, tentang hal yang sama. Namun, sayangnya mereka tidak pernah mau berpikir out of the box, keluar dari pakem Kapitalisme dan menggunakan Islam? Bahkan delegasi DPP HTI juga pernah menawarkan kajian sistem ekonomi Islam di kantor Menko Ekuin, ketika masih dijabat Aburizal Bakri, namun tawaran itu pun tak penah mendapatkan sambutan.

Momentum ini seharusnya menyadarkan kita, bahwa hanya Islam-lah satu-satunya ideologi yang bisa menyelamatkan dunia. Inilah saatnya Islam memimpin dunia, dan kepemimpinan itu pun akan hadir kembali dengan berdirinya Khilafah. Kini, umat pun semakin yakin, bahwa tidak ada harapan lagi, kecuali kepada Islam, setelah runtuhnya Sosialisme-Komunisme, dan rontoknya ekonomi Kapitalisme. Maka, the chalipate dream bukan hanya mimpi umat Islam
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://baitulmaalsejahtera.team-forum.net
Admin
Admin
avatar

Jumlah posting : 69
Join date : 14.10.08

PostSubyek: Re: BERITA SYARIAH   Fri Oct 17, 2008 7:52 pm

up
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://baitulmaalsejahtera.team-forum.net
Sponsored content




PostSubyek: Re: BERITA SYARIAH   

Kembali Ke Atas Go down
 
BERITA SYARIAH
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Koperasi Baitul Maal Sejahtera :: Admin Post :: Forum Diskusi-
Navigasi: